Rabu, 23 Mei 2018

Mantra 30 Hari Bagi Para Pecandu Rokok


Sebenarnya jika kita mau menyinggung tentang dukungan maupun perlawanan terkait kampanye #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu, kita tidak hanya bicara teori benar salah dan baik buruk karena hampir semua orang termasuk si perokok sendiri, aku yakin mengerti benar bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan dan keuangan dalam keluarga. Pertanyaannya adalah kenapa semua teori itu seolah mental jika dihadapkan pada para penggemar setia kegiatan mengisap nikotin tersebut?
 
Rokok dan penikmatnya


Bahkan menurut penelitian yang dijelaskan oleh Narasumber dalam Program Radio Ruang Publik KBR Edisi 2 pada 16 Mei 2018 menunjukkan bahwa belanja rokok bagi rumah tangga Indonesia 6 kali lebih banyak dari alokasi belanja pendidikan, 10 kali lebih banyak dari alokasi dana kesehatan dan 3 kali lebih banyak dari alokasi belanja pakaian yang semuanya kita tahu adalah kebutuhan utama manusia. Kalau dipikir dari sudut pandang kita yang bukan perokok tentu saja ini merupakan fakta yang tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan.
 

Selasa, 22 Mei 2018

Rute dan Tips Bepergian Sendiri dari Bandar Lampung ke Kediri



Sudah baca tulisan-tulisanku sebelumnya tentang betapa hecticnya kalau kamu baru pertama kali bepergian sendirian ke luar kota? Dan karena aku nggak mau hal-hal itu juga terjadi ke kamu, aku bagikan rute dan tips yang semoga saja berguna untuk digunakan ya.

Simpang Lima Gumul
Credit Pic Merdeka.com
(Belum ada dokumen pribadi, karena belum sempat foto di sini)

Pertama, jika kamu akan ke Kediri saran bus yang harus diambil adalah Rosalia Indah. Karena menurut informasi dari Ibu-ibu yang aku temui ketika beli tiket bus waktu itu, hanya Rosalia Indah yang punya trayek Lampung-Kediri.  Langsung ke loketnya saja jangan ke Terminal Rajabasa!!

Beli tiket beberapa hari sebelum berangkat, untuk memastikan kamu kebagian kursi dan bisa memilih dapat tempat diinginkan. Oh iya, selain datang langsung ke loket Rosalia Indah di Way Halim kamu juga bisa memesannya di website Rosalia-indah.co.id. Untuk yang memutuskan pesan via online aku nggak tahu lebih lengkap tentang caranya. Coba dibaca saja caranya di website ya. Sepertinya untuk yang pesan online, setelahnya kamu tetap harus check in di loket sebelum berangkat.

Untuk Kamu yang Punya Mimpi Bepergian Sendiri

Pagi ini aku bangun dengan pemandangan yang jauh berbeda dari yang biasanya aku lihat. Berbeda dari yang bertahun-tahun aku lewati. Tidak terasa berada di tempat berbeda ini telah memasuki pekan kedua. Ada hal-hal yang sesuai ekspektasi namun lebih banyak kejutannya. Tapi semuanya harus dijalani, sendiri.
Cr. pic Freepik.com
Aku pikir ini adalah hal terbaik dari melakukan perjalanan sendiri, kamu tidak benar-benar bisa bergantung pada seseorang. Salah satu jalan untuk menyembuhkan berbagai sakit yang aku derita di dalam. Tidak terikat secara emosional dengan seseorang, dengan sebuah tempat, sungguh melegakan.

Jumat, 18 Mei 2018

Ketika Perempuan Bicara Rokok


Hai pembaca, kali ini aku memberanikan diri untuk menuliskan sebuah topik yang diharapkan bisa kita diskusikan bersama, perihal konsumsi rokok di Indonesia. Tahukah kamu beberapa tahun belakangan telah muncul wacana untuk menaikkan harga rokok menjadi 50 ribu rupiah atau lebih mahal per bungkusnya?
Apa alasannya? Siapa inisiatornya? Dan bagaimana kita menyikapi rencana ini? Akan aku bahas satu persatu.

Gambar dari Freepik.com (bebas digunakan)


Jalan Panjang Wacana Harga Rokok di Indonesia

Awal terbit wacana ini di Indonesia dimulai sejak tahun 2016, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI pada waktu itu, Bapak Hasbullah Thabrany memunculkan sebuah pernyataan bahwa kenaikan harga rokok dapat menekan konsumsi atasnya. Hal ini Beliau simpulkan setelah melakukan survei pada 1000 orang perokok dalam kurun waktu Desember 2015-Januari 2016 yang membuahkan hasil bahwa 72% perokok menyatakan akan berhenti jika harga rokok mencapai harga 50 ribu atau di atasnya. (KataData, 2016)

Selasa, 15 Mei 2018

Clumsy Marli: Cerita Perjalanan Sendiri, Hari Pertama

Di tiket tertulis pukul 14:30 WIB untuk menunggu bus keberangkatan. Sepanjang pagi aku bosan. Pakaian sudah masuk ke tas. Main hp males, tidur sudah kenyang, makan belum lapar.

Pukul 10 lewat memutuskan bergerak dari ranjang untuk membeli makan. Lanjut melipat seprai bantal dan kasur, menyapu lantai dan membuang sampah ke depan. Mandi, dandan lalu ingat harus ambil dan transfer uang untuk kosan di sana. Berangkat ke Minimarket Surya yang letaknya cukup dekat dan ATM BNI di depannya yang selalu jadi langganan. Drama dimulai. Mas-mas yang terlebih dahulu ada di bilik ATM keluar dan berkata, “uangnya habis, Mbak.”  Hm okelah. Order Gojek lagi sekarang pindah ke ATM dekat kampus. Selesai transfer balik ke kosan. Langit mulai mendung, deg-deg an takut keburu hujan. Pukul 14: 40 WIB akhirnyaaaaa berangkat ditemani rengekan tanya adik-adik kosan bertanya tujuan keberangkatan tapi aku hanya jawab dengan senyum sembari lari-lari kecil.
Cr. pic Freepik.com

Senin, 14 Mei 2018

Clumsy Marli: Cerita Perjalanan Sendiri, Motivasi dan Persiapan Keberangkatan

Melakukan perjalanan sendiri? Bahkan aku nggak pernah mimpi. Seumur hidup mengenal diri sebagai seseorang yang memiliki 0 pengalaman dan pengetahuan terkait jalan-jalan membuat aku lebih suka berada disebuah ruangan beratap dan berdinding, ada pendingin, smartphone full battery, sambungan wifi dan jajan sebagai sebuah liburan. 

Cr. pic I don't even remember where I get this. Probably from pinterest.com


Tapi beberapa waktu yang lalu setelah sempat merasa sakit lalu didorong banyaknya influencer dan bacaan yang mendukung pergi sendiri dan skip rutinitas, membuat aku mulai memiliki motivasi. Awal tahun, aku menulis untuk pergi ke luar kota dalam 1 dari urut harapan. Dan tahukah kamu? Setelah menjalani mimpi itu dan mampu mencoret satu dari beberapa di dalamnya sungguh membuat aku merasa bangga for no one but myself. 

Cr. pic GoGirl! Instagram photo

Selasa, 08 Mei 2018

Blog Review: Si Kutu Buku Gagal Dapat Bukunya, Salah Siapa?

Hey sudah bulan Mei nih. Sebentar lagi bulan puasa lalu Idul Fitri yang di dalamnya ada hari libur yang cukup panjang. Sudah siapkan buku bacaan untuk menemani masa liburan? Kalau belum, yuk mulai cari-cari buku yang cocok untuk kamu baca lalu beli diberbagai penyedianya.

Credit pic. Freepik (bebas digunakan) 
Omong-omong soal penyedia buku di Indonesia, sebagai penikmat buku kamu pasti sudah tahukan dewasa ini kita bisa membelinya melalui berbagai layanan. Mulai dari tatap muka langsung ke toko buku, membeli via pesan WhatsApp dan Line di reseller perorangan atau yang terbaru dan tengah diminati, via toko buku online penerbit.

Secara pribadi untuk membeli berbagai kebutuhan via online khususnya buku beberapa waktu belakangan aku lebih suka dan merekomendasikan untuk menggunakan website toko buku online  karena berbagai kelebihannya. Mulai dari lebih lengkap ketersediaan buku yang ada, cepat karena tidak perlu menunggu balasan dari admin hingga berbagai potongan harga yang biasanya lebih sering diberikan jika kita membeli barang melalui website. Kalau kamu?

Credit pic. Mizanstore.com

Tapi sayangnya untuk kegiatan belanja buku terakhir yang aku lakukan melalui toko buku online Mizanstore dengan alamat Mizanstore.com yang sebenarnya merupakan salah satu penerbit buku kesayangan sekaligus penyedia layanan beli buku online, aku mengalami kejadian yang kurang menyenangkan. Aku gagal memesan buku!!